Menurut syamsuddin adalah :
Pertama : alat yang di pakai untuk membentuk pikiran dan
perasaan , keinginan dan perbuatan-perbuatan , alat yang di pakai untuk
mempengaruhi dan di pengaruhi.
Kedua : Tanda yang jelas dari kepribadian yang baik maupun
buruk, tanda yang jelas dari budi kemanusiaan.
FUNGSI BAHASA
Adalah :
-
Untuk mengekspresikan diri
Dengan bahasa, kita dapat mengungkapkan
perasaan/ekspresi yang sedang kita rasakan atau hendak kita tunjukan kepada
orang lain sehingga orang lain dapat mengerti apa yang kita maksudkan.
-
Untuk alat komunikasi
Dalam berkomunikasi alat yang paling
sering/lazim digunakan adalah Bahasa. Dengan adanya bahasa, setiap orang dapat
saling berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Komunikasi adalah kelanjutan
dari ekspresi diri yang kita sampaikan kepada orang lain dan mendapatkan respon
balik dari ekspresi yang kita sampaikan tersebut.
-
Intergasi dan Adaptasi Sosial
Dalam kehidupan kita sebagai makhluk
sosial, selain berkomunikasi kita dituntut untuk dapat berbaur &
menyesuaikan diri (beradaptasi) dengan lingkungan disekitar kita. Dengan adanya
bahasa, kita akan dapat dengan mudah berbaur dan menyesuaikan diri dengan
lingkungan disekitar kita atau lingkungan yang sedang kita datangi. Pada saat
kita beradaptasi dengan lingkungan sosial tertentu, kita akan memilih dan
menggunakan bahasa yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang sedang kita
hadapi.
-
Kontrol Sosial
Bahasa sebagai Kontrol Sosial, dengan
adanya bahasa dapat memberikan kontrol terhadap perilaku/tingkah laku/sikap
yang dilakukan.
Misalnya:
Hati-hati jalan Licin!!.
Pemberitahuan tersebut dimaksudkan untuk dapat berhati-hati dalam melewati jalan tersebut karena kondisi jalan yang licin.
Misalnya:
Hati-hati jalan Licin!!.
Pemberitahuan tersebut dimaksudkan untuk dapat berhati-hati dalam melewati jalan tersebut karena kondisi jalan yang licin.
PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA
Perkembangan
Bahasa Indonesia Sebelum Merdeka
Pada
dasarnya Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Pada zaman Sriwijaya,
bahasa Melayu di pakai sebagai bahasa penghubung antar suku di Nusantara dan
sebagai bahasa yang di gunakan dalam perdagangan antara pedagang dari dalam
Nusantara dan dari luar Nusantara. Bahasa Melayu mudah di terima oleh
masyarakat Nusantara sebagai bahasa perhubungan antar pulau, antar suku, antar
pedagang, antar bangsa dan antar kerajaan. Perkembangan bahasa Melayu di
wilayah Nusantara mempengaruhi dan mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan
rasa persatuan bangsa Indonesia, oleh karena itu para pemuda indonesia yang
tergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat bahasa Melayu
menjadi bahasa indonesia menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa
indonesia. (Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928).
Perkembangan Bahasa Indonesia Sesudah Merdeka
Perkembangan Bahasa Indonesia Sesudah Merdeka
Bahasa Indonesia lahir pada tanggal 28 Oktober 1928. Pada saat itu, para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara berkumpul dalam rapat, para pemuda berikrar:
- Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Air Indonesia.
- Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia.
- Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Ikrar para pemuda ini di kenal dengan nama “Sumpah Pemuda”. Unsur yang ketiga dari “Sumpah Pemuda” merupakan pernyataan tekad bahwa bahasa indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa indonesia. Pada tahun 1928 bahasa Indonesia di kokohkan kedudukannya sebagai bahasa nasional. Bahasa Indonesia di nyatakan kedudukannya sebagai bahasa negara pada tanggal 18 Agustus 1945, karena pada saat itu Undang-Undang Dasar 1945 di sahkan sebagai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Di dalam UUD 1945 di sebutkan bahwa “Bahasa Negara Adalah Bahasa Indonesia,(pasal 36). Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, telah mengukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa indonesia secara konstitusional sebagai bahasa negara. Kini bahasa indonesia di pakai oleh berbagai lapisan masyarakat indonesia.
Peresmian Nama Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa indonesia. Bahasa indonesia di resmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, Bahasa Indonesia berposisi sebagi bahasa kerja. Dari sudut pandang Linguistik, bahasa indonesia adalah salah satu dari banyak ragam bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu-Riau dari abad ke-19.
Dalam perkembangannya ia mengalami perubahan akibat penggunaannya sebagi bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan “Bahasa Indonesia” di awali sejak di canangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan “Imperialisme bahasa” apabila nama bahasa Melayu tetap di gunakan.
Proses ini menyebabkan berbedanya Bahasa indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu yang di gunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya. Hingga saat ini, bahasa indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing. Meskipun di pahami dan di tuturkan oleh lebih dari 90% warga indonesia, bahasa indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya. Sebagian besar warga indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa yang ada di indonesia sebagai bahasa Ibu. Penutur Bahasa indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) atau mencampur adukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa Ibunya.
Meskipun demikian , bahasa indonesia di gunakan di gunakan sangat luas di perguruan-perguruan. Di media massa, sastra, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya, sehingga dapatlah dikatakan bahwa bahasa indonesia di gunakan oleh semua warga indonesia. Bahasa Melayu dipakai dimana-mana diwilayah nusantara serta makin berkembang dengan dan bertambah kukuh keberadaannya. Bahasa Melayu yang dipakai didaerah-daerah diwilayah nusantara dalam pertumbuhan dipengaruhi oleh corak budaya daerah. Bahasa Melayu menyerap kosa-kata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa sanskerta, bahasa Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa.
Perjuagan demikian harus dilakukan karena adanya kesadaran bahwa di samping fungsinya sebagai alat komunikasi tunggal, bahasa nasional sebagai salah satu ciri cultural, yang ke dalam menunjukkan sesatuan dan keluar menyatakan perbedaan dengan bangsa lain.
Ada empat
faktor yang menyebabkan Bahasa melayu diangkat menjadi bahasa Indonesia, yaitu:
- Bahasa melayu adalah merupakan Lingua Franca di Indonesia, bahasa perhubungan dan bahasa perdagangan.
- Sistem bahasa melayu sederhana, mudah di pelajari karena dalam bahasa melayu tidak di kenal tingkatan bahasa (bahasa kasar dan bahasa halus).
- Suku Jawa, Suku Sunda, dan Suku2 yang lainnya dengan sukarela menerima bahasa melayu menjadi bahasa indonesia sebagai bahasa nasional.
- Bahasa melayu mempunyai kesanggupan untuk di pakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti yang luas
KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA
Kedudukan Bahasa Indonesia terdiri dari :
A.
Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional
Fungsi Bahasa Indonesia dalam kedudukannya
sebagai bahasa nasional:
1). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai Lambang
kebanggaan kebangsaan
Bahasa Indonesia mencerminkan nilai – nilai sosial
budaya yang mendasari rasa kebangsaan kita. Atas dasar kebanggaan ini , Bahasa
Indonesia harus kita pelihara dan kita kembangkan. Serta harus senantiasa kita
bina rasa bangga dalam menggunakan Bahasa Indonesia.
2). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang
identitas nasional
Bahasa Indonesia dapat memiliki identitasnya
apabila masyarakat pemakainya/yang menggunakannya membina dan mengembangkannya
sehingga bersih dari unsur – unsur bahasa lain.
3). Bahasa Indonesia
berfungsi sebagai alat perhubungan antar warga, antar daerah, Dan antar budaya.
Dengan adanya Bahasa Indonesia kita dapat
menggunakannya sebagai alat Komunikasi dalam berinteraksi/berkomunikasi dengan
masyarakat-masyarakat di Daerah (sebagai bahasa penghubung antar warga, daerah,
dan buadaya).
4). Bahasa Indonesia
berfungsi sebagai alat yang memungkinkan penyatuan berbagai – bagai suku bangsa
dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing – masing kedalam
kesatuan kebangsaan Indonesia.
Dengan bahasa Indonesia memungkinkan berbagai suku
bangsa mencapai keserasian hidup sebagai bangsa yang bersatu dengan tidak perlu
meninggalkan identitas kesukuan dan kesetiaan kepada nilai – nilai sosial
budaya serta latar belakang bahasa daerah yang bersangkutan.
B.
Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara
Fungsi Bahasa Indonesia dalam kedudukannya
sebagai bahasa Negara:
1). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa
resmi kenegaraan
Sebagai bahasa resmi kenegaraan , bahasa
Indonesia dipakai didalam segala upacara, peristiwa dan kegiatan kenegaraan
baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
2). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa
pengantar didalam dunia pendidikan
Bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar yang
digunakan di lembaga – lembaga pendidikan mulai dari taman kanak – kanak sampai
dengan perguruan tinggi diseluruh Indonesia.
3). Bahasa Indonesia
berfungsi sebagai alat perhubungan pada tingkat nasional untuk Kepentingan
perencanaan dan pelaksanaan pembangunan
Bahasa Indonesia dipakai bukan saja sebagai alat
komunikasi timbal – balik antara pemerintah dan masyarakat luas, dan bukan saja
sebagai alat perhubungan antar daerah dan antar suku , melainkan juga sebagai
alat perhubungan didalam masyarakat yang sama latar belakang sosial budaya dan
bahasanya.
4). Bahasa Indonesia
berfungsi sebagai alat pengembangan kebudayaan, ilmu Pengetahuan dan teknologi.
Bahasa Indonesia adalah satu – satunya alat yang
memungkinkan kita membina dan mengembangkan kebudayaan nasional sedemikian rupa
sehingga ia memikili ciri – ciri dan identitasnya sendiri ,yang membedakannya
dari kebudayaan daerah.
Sumber :
1. http://indokultwit.wordpress.com/category/bahasa/page/2/
2. http://blackantzz.blogspot.com/2010/09/fungsi-dan-kedudukan-bahasa.html
3. http://jaririndu.blogspot.com/2012/01/sejarah-perkembangan-bahasa-indonesia.html
4. http://ejhapahlevi.blogspot.com/2011/11/kedudukan-bahasa-indonesia-sebagai.html
No comments:
Post a Comment